Sabtu, 27 Maret 2021

Rumus atau formula dasar pada excel


Microsoft Excel adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengolah sebuah data dengan otomatis melalui berbagai bentuk seperti rumus, perhitungan dasar, pengolahan data, pembuatan tabel, pembuatan grafik hingga manajemen data. Maka tak heran jika Excel seringkali digunakan untuk keperluan administrasi perusahaan. Karena aplikasi ini sangat lengkap dan sangat penting dalam proses pengolahan data perusahaan. Selain itu, Excel juga memiliki formula yang memudahkan kita melakukan sebuah perhitungan dalam pengolahan data tersebut. Aplikasi ini juga sangat penting dalam pembuatan grafik tertentu yang dibutuhkan oleh
                       perusahaan.

Aplikasi Microsoft Excel ini berupa lembaran kerja atau spreadsheet yang mempunyai fitur-fitur kalkulasi yang baik dalam membantu kita semua untuk kebutuhan pekerjaan kantor. Bahkan Excel merupakan aplikasi yang populer yang banyak digunakan untuk kebutuhan olahan data atau manajemen data. Berdasarkan sejarahnya, Excel bermula dari sebuah program berupa spreadsheet yang dibuat di tahun 1982 dengan sebutan Multiplan. Program ini awalnya sangat populer untuk sistem operasi CP/M, namun tidak untuk MS-DOS karena sudah terdapat saingannya seperti Lotus 1-2-3. Sehingga pihak Microsoft sendiri mula mengembangkan aplikasi terbaru dari spreadsheet, yakni Excel.

Di tahun 1985 sendiri mulai dirilis versi pertama Microsoft Excel untuk Macintosh sedangkan versi dari Windowsnya sendiri mulai menyusul di bulan November 1987. Akan tetapi, karena Lotus terlambat masuk ke pasar pemrograman dari spreadsheet pada windows, sehingga di tahun 1988 akhirnya Excel mulai menggeser kedudukan Lotus 1-2-3 di pangsa pasar spreadsheet. Selain itu, ditahun yang sama Microsoft sendiri dinobatkan sebagai perusahaan handal yang mengembangkan software pada komputer pribadi. Hal inilah yang menjadikannya sebagai saingan Lotus 1-2-3 dengan pengembangan yang lebih baik lagi yang mengalahkan 1-2-3.

Microsoft sendiri mulai mengembangkan Excel dengan selalu mengupgrade Excel tiap 2 tahun sekali. Sementara versi terakhir Excel pada Windows sendiri berupa Microsoft Office Excel atau Excel 14 sedangkan pada Mac OS X atau Macintosh sendiri versi terakhir dari Excel berupa Excel for Mac. Bahkan di masa-masa pertama peluncurannya, Excel sendiri menjadi salah satu sasaran tuntutan dari perusahaan yang lain, khususnya yang bergerak di sektor industri finansial karena menjual sebuah software yang juga dinamakan Excel. Oleh karena itulah, pihak Microsoft akhirnya menghentikan tuntutan tersebut melalui perubahan nama Excel dengan nama Microsoft Excel.

Excel sendiri menawarkan beberapa fitur unggulan berupa antar muka dibandingkan program spreadsheet sebelumnya. Bahkan, Excel sendiri termasuk software spreadsheet pertama karena telah mengizinkan para penggunanya dalam mendefinisikan tampilan spreadsheet yang telah disunting, seperti tampilan dari setiap selnya, bentuk font hingga atribut atau kelengkapan karakter. Tak hanya itu saja, pasalnya Excel sendiri menawarkan sebuah program perhitungan kembali pada setiap selnya dengan cara yang cerdas.

Nah, dengan perubahan nama menjadi Ms. Excel di tahun 1993 inilah akhirnya pihak Microsoft melakukan desain ulang terhadap tampilan antar muka baik yang digunakan oleh aplikasi Microsoft PowerPoint dan Microsoft Word dengan menyeimbangkannya dengan tampilan Microsoft Excel.

Pengertian Microsoft Excel

Microsoft Office Excel memang dikenal dengan penggunaan rumus-rumus atau formula dalam lembar kerjanya. Penggunaan rumus yang efektif akan memudahkan Anda dalam membuat laporan pekerjaan dengan menggunakan MS Excel. Formula atau rumus MS Excel adalah keunggulan tersendiri untuk aplikasi ini, dengan kemampuannya dalam mengolah data melalui perhitungan matematis yang sangat beragam fungsinya.

Pengertian Microsoft excel adalah Deskripsi: Microsoft Excel adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengolah data dengan otomatis melalui berbagai bentuk seperti rumus, perhitungan dan pengolahan data. Microsoft Excell sangat membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan yang mudah sampai dengan yang rumit dalam bidang administratif khususnya. Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka yang dikeluarkan oleh Microsoft Corporation.

Kelebihan Ms Excel

Mempunyai kemampuan menampung data yang cukup besar dengan 1 juta baris dan 16.000 kolom dalam 1 sheet. Jadi dalam 1 sheet bisa menampung jawaban 1 juta responden dan 16 ribu jawaban/pertanyaan.

Microsoft excel mempunyai Format yang paling populer dan fleksibel jadi sebagian besar software data entry ada fasilitas konversi ke format excel atau format lain yang bisa dibaca excel. Atau jika dibutuhkan kita bisa konversi balik dari excel ke software statistik lainnya.

Microsoft Excel mempunyai program penggunaan rumus yang sangat lengkap sehingga mempermudah pengolahan angka untuk menghasilkan dokumen yang lebih canggih.

Dengan Pivot Tables, kita bisa kerja lebih efektif karena semua tabel summary yang kita rencanakan bisa kita buat dahulu walaupun data belum masuk semua. Setiap ada data masuk otomatis pivot table akan me-refresh sehingga tabel akan terupdate sendiri.

Kekurangan Ms Excel

Software pengolah angka ini berbayar atau tidak gratis. Aplikasi ini memerlukan banyak memory (RAM) dan proccessor yang besar (CPU). Untuk membuat kolom baru yang berisi pengkategorian dari sebuah kolom/jawaban pertanyaan, atau membuat filter responden; kita harus membuat rumus excel baik rumus matematika, logika maupun text. Banyak orang yang tidak suka dengan hal ini karena di SPSS misalnya, kita dengan mudah untuk melakukan filter atau pengkategorian jawaban baru.

Menjelaskan Fungsi Menu dan Ikon Pada Program Microsoft Excel

Program pengolah kata Microsoft Excel memiliki sembilan menu yang terdapat bar atau baris menu. Kesembilan menu itu : File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Data, Window, dan Help. Masing-masing menu memiliki submenu perintah yang masing-masing sub perintah tersebut memiliki fungsi tersendiri yaitu antara lain :

  • MENU FILE
  1. New:  Perintah untuk membuat lembar kerja baru
  2. Open: Perintah untuk membuka dokumen
  3. Close: Perintah untuk menutup jendela workbook
  4. Save : Perintah untuk menyimpan data
  5. Save As:Perintah untuk menyimpan data yang belum memiliki nama
  6. Save As Web Page : Perintah untuk menyimpan kedalam halaman web
  7. Save Workspace : Perintah untuk menyimpan sebagai file workspace
  8. File Search :  Perintah untuk mencari file workbook
  9. Permission : Perintah untuk melihat apa yang akan disetting dalam halaman pengelolahan data tersebut
  10. Web Page Preview :  Perintah untuk melihat lembar kerja yang akan dicetak
  11. Page Setup : Perintah untuk mengatur setting halaman
  12. Print Area : Perintah untuk menentukan lembar kerja yang akan dicetak
  13. 13) Print Preview   : Perintah untuk melihat lembar kerja yang akan dicetak
  14. Print : Perintah untuk mencetak data
  15. Send To : Perintah untuk mengirimkan file
  16. Properties : Perintah untuk Membuat ringkasan file yang aktif
  17. Exit : Perintah untuk menutup program Microsoft Excel
  18. 2.      MENU EDIT
  19. Undo : Perintah untuk membatalkan perintah terakhir
  20. Redo : Perintah untuk membatalkan perintah Undo
  21. Cut : Perintah untuk memotong naskah
  22. Copy : Perintah untuk membuat duplikat naskah
  23. Office Clipboard : Perintah untuk menampilkan jendela Cilpboard
  24. Paste : Perintah untuk pasangan Cut dan Copy
  25. Paste Spesial : Perintah untuk membantu perintah Copy dan Cut
  26. Paste as Hyperlink : Perintah untuk membantu perintah Copy dan Cut dengan Hyperlink
  27. Fill : Perintah untuk mengisi data pada sel dan range pada lembar kerja
  28. Clear : Perintah untuk menghapus data
  29. Delete : Perintah untuk menghapus dan memindahkan data
  30. Delete Sheet : Perintah untuk menghapus sheet
  31. Move or Copy Sheet : Perintah untuk memindahkan dan menyalin sheet pada lembar kerja
  32. Find : Perintah untuk mencari data
  33. Replace : Perintah untuk mengganti data
  34. Go To : Perintah untuk memindahkan sel yang aktif ke sel yang lain
  • MENU VIEW
  1. Normal : Perintah untuk menampilkan lembar kerja pada posisi normal
  2. Page Break Preview :  Perintah untuk melihat hasil pemotongan halaman lembar kerja
  3. Task Pane : Perintah untuk membuka tampilan perintah
  4. Toolbars : Perintah untuk menampilkan toolbar
  5. Formula Bar : Perintah untuk memunculkan baris rumus
  6. Status Bar : Perintah untuk memunculkan status bar
  7. Header and Footer : Perintah untuk membuat header dan footer
  8. Comments : Perintah untuk memunculkan toolbar comment dan reviewing lembar kerja
  9. Custom Views : Perintah untuk menyimpan area cetak pada workbook
  10. Full Screen : Perintah untuk menampilkan layer secara penuh
  11. Zoom : Perintah untuk mengganti ukuran lembar kerja
  • MENU INSERT
  1.  Cell :  Perintah untuk menyisipkan sel
  2. Rows :  Perintah untuk menambah beris sel
  3. Columns :  Perintah untuk menambah kolom
  4. Worksheet :  Perintah untuk menyisipkan lembar kerja
  5. Chart :  Perintah untuk membuat grafik
  6. Symbol :  Perintah untuk menyisipkan symbol
  7. Page Break :  Perintah untuk membuat halaman yang terpotong
  8. Function :  Perintah untuk memasukkan rumus fungsi logika
  9. Name :  Perintah untuk memberi nama range data
  10. Comment :  Perintah untuk memberi catatan pada lembar kerja
  11. Picture :  Perintah untuk menyisipkan gambar
  12. Diagram :  Perintah untuk membuat diagram
  13. Object :  Perintah untuk memasukkan gambar
  14. Hyperlink :  Perintah untuk menghubungkan berkas dengan file
  • MENU FORMAT
  1. Cell :  Perintah untuk membuat format sel
  2. Low :  Perintah untuk mengatur tinggi baris
  3. Column :  Perintah untuk mengatur lembar kolom
  4. Sheet :  Perintah untuk memformat sheet
  5. Auto Format :  Perintah untuk membuat format table
  6. Conditional Formating :  Perintah untuk memformat nilai data sel
  7. Style :  Perintah untuk mengubah data pada lembar kerja
  • MENU TOOLS
  1. Spelling :  Perintah untuk memeriksa data
  2. Research :  Perintah untuk mencari file
  3. Error Cheking :  Perintah untuk mengecek kesalahan
  4. Track Changes :  Perintah untuk melihat pengubahan oleh orang lain
  5. Compare & Merge Workbooks :  Perintah untuk menggabungkan beberapa workbook
  6. Protection :  Perintah untuk mengamankan data
  7. Online Colaboration :  Perintah untuk menyusun pertemuan beserta penjadwalannya
  8. Goal Seek :  Perintah untuk mengubah nilai rumus
  9. Scenarios :  Perintah untuk membuat ringkasan pada Microsoft Excel
  10. Formula Auditing :  Perintah untuk meletakkan rumus dengan menggunakan nilai pada sel aktif, mengatur sel dan meletakkan data ke rumus
  11. Makro :  Perintah untuk menjalankan program makro
  12. Add-Ins :  Perintah untuk mengaktifkan atau non aktifkan add – ins
  13. Auto Correct Option :  Perintah untuk menampilkan perintah auto corret
  14. Custommize :  Perintah untuk mengatur toolbars
  15. Options :  Perintah untuk membuka menu dan tabulasi
  • MENU DATA
  1. Short :  Perintah untuk mengurutksn data
  2. Filter :  Perintah untuk memfilter data
  3. Form :  Perintah untuk menambah atau mengurangi data
  4. Subtotal :  Perintah untuk menghitung sub total
  5. Validation :  Perintah untuk membatasi jenis data yang dimasukkan
  6. Table :  Perintah untuk membuat table
  7. Text to Columns :  Perintah untuk membuat naskah text menjadi berkolom
  8. Consolidate :  Perintah untuk mengkonsolidasi data
  9. Group and Outline :  Perintah untuk menggabungkan data
  10. Pivot Tabel & Chart Report :  Perintah untuk membuat table dan grafik pivot
  11. Import External Data :  Perintah untuk mengimpor data luar
  12. Refresh Data :  Perintah untuk menyegarkan kembali data dari luar
  • MENU WINDOW
  1. New Window :  Perintah untuk menampilkan lembar kerja yang di edit
  2. Arrange :  Perintah untuk mengatur jendela
  3. Unhide :  Perintah untuk menampilkan kembali workbook yang di hidden
  4. Split :  Perintah untuk membagi lembar kerja
  5. Freeze Panes :  Perintah untuk membuat supaya sel dibawah dapat terlibat
  • MENU HELP
  1. Microsoft Excel Help :  Perintah untuk menampilkan office assistant
  2. Show the Office Assistant :  Perintah untuk melihat keterangan dari topic yang dipilih
  3. Microsoft Excel Online :  Perintah untuk online
  4. Contact Us :  Perintah untuk bantuan pada Microsoft
  5. Check for Updates :  Perintah untuk mengupdate
  6. Detect and Repair :  Perintah untuk mendeteksi dan memperbaiki Microsoft Excel
  7. About Microsoft Office Excel : Perintah untuk melihat penjelasan tentang Excel

Microsoft Excel Shortcut Keys

Sama seperti pada program Microsoft Office lainnya, pada Microsoft Excel pun  apabila kita ingin supaya lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan/ pengetikan/ entri data,  pada perintah-perintah tertentu  akan lebih cepat kalau menggunakan shortcut key (jalan pintas), atau bagi anda yang biasa bekerja lebih banyak menggunakan keyboard.

Berikut adalah daftar shortcut key untuk Ms Excel :

  • Ctrl + A Memiilih / menyeleksi seluruh isi dari worksheet  (select all)
  • Ctrl + B Membuat Bold area / sel yang diseleksi
  • Ctrl + I Membuat  italic area / sel yang diseleksi
  • Ctrl + K Menyisipkan link.
  • Ctrl + U Membuat garis bawah  area / sel yang diseleksi
  • Ctrl + P Menampilkan kotak dialog print untuk memulai mencetak.
  • Ctrl + Z Membatalkan langkah/tindakan terakhir.
  • F2 Edit sel yang dipilih
  • F5 Menuju ke sel tertentu. Sebagai contoh, E7.
  • Shift + F5 Memunculkan kotak pencarian
  • F7 Memeriksa ejaan teks yang dipilih dan/ atau dokumen
  • F11 Membuat Chart
  • Shift + F3 Membuka jendela rumus Excel
  • Ctrl + Shift + ; Memasukan waktu saat ini.
  • Ctrl + ; Memasukan tanggal.
  • Alt + Shift + F1 Membuat Worksheet baru.
  • Ctrl + 5 membuat strikethrough sel /area yang dipilih
  • Ctrl + F9 Minimize jendela window
  • Ctrl + F10 Maximize jendela window
  • Ctrl + F6 Beralih di antara file excel yang sedang dibuka
  • Ctrl + Page up Memilih  Sheet ke arah kiri
  • Ctrl + Page down Memilih  Sheet ke arah kanan
  • Ctrl + Tab Beralih di antara Dua atau lebih file exel yang terbuka
  • Alt + = Membuat rumus untuk jumlah semua sel di atas
  • Ctrl + ' Memasukan nilai di atas ke dalam sel sel yang dipilih.
  • Ctrl + Shift + ! Format nomor dalam format koma.
  • Ctrl + Shift + $ Format angka dalam format mata uang.
  • Ctrl + Shift + # Format nomor dalam format tanggal
  • Ctrl + Shift + % Format nomor dalam format persentase
  • Ctrl + Shift + ^ Format nomor dalam format ilmiah.
  • Ctrl + Shift + @ Format nomor dalam format waktu.
  • Ctrl + Arrow key  Pindah ke bagian berikut teks.
  • Ctrl + Space  Pilih seluruh kolom.
  • Shift + Space Pilih seluruh baris.

Rumus-rumus dan penggunaannya pada Microsoft Excel

Penggunaan rumus pada excel yang paling mudah yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan, caranya cukup gampang yaitu menambahkan sell satu dengan lainnya,, contohnya (=A1+A2).

Count, merupakan rumus untuk menghitung banyak angka(hanya angka) dalam sebuah range. Contoh =count(A2,A5).

Counta, dugunakan untuk menghitung banyak data (dpt berupa angka atau huruf) dalam sebuah range dan caranyapun masih sama dengan count. countif, dugunakan untuk menghitung banyak data dengan criteria tertentu, misalnya dalam sebuah range ada beberapa sell yang sama, maka kita dapat menentukan ada berapa banyak sell yang sama tersebut. Contoh =countif(B15:B20,criteria sma yg dicari).

Sumif, digunakan untuk menghitung jumlah data dengan criteria tertentu dan kemudian data yang sama tersebut ditotalkan, caranya cukup dengan memasukkan rangenya, criteria yg sma, kemudian masukkan range yg akan dijumlahkan. contoh; =SUMIF(F17:F22,2,F17:F22).

sum, yaitu rumus yang digunakan untuk menjumlahkan total dari beberapa range.

contohnya saja =SUM(A1:A5)

min, yaitu rumus yang digunakan untuk mengetahui variable angka yang paling kecil, caranya dengan menggabungkan beberapa range dari yang ingin diketahui jumlah yang paling kecilnya, contoh =min(A2:A17).

Max, merupakan kebalikan dari min, caranya pun juga sama contoh; =max(A5:A15).

Right, yaitu penggunaan untuk mengambil beberapa karakter dari sebelah kanan, caranya dengan memasukkan text atau juga sell yang dipilih. contohnya; =right(B15,3).

Mid, yaitu penggunaan untuk mengambil beberapa karakter dari tengah, cukup memasukkan teks/sellnya kemudian masukkan start num/dimulai dari karakter berapa dan terakhir masukkan isi berapa karakter ingin diisi, contoh; =mid(A5,2,5.)

Left, ini adala kebalikan dari right, yaitu mengambil karakter dari sebelah kiri, contoh =left(A1,3).

Hlookup, merupakan rumus untuk mengambil rumus dari table secara horizontal. Caranya kita harus menentukan range table yang akan jadikan pedoman, dan kemudian tekan f4 di range tersebut guna untuk mengunci range tersebut agar nantinya ketika dicopy rumusnya tidak error. Yang harus dilakukan yaitu, mengisi lookup value,table array,rowindeksnum,dan range lookupnya.

Vlookup, merupakan kebalikan dari hlookup, dengan mengambil rumus secara vertical. Dan caranya pun juga masih sama dengan Hlookup.

IF, merupakan penggunaan rumus yang menurut saya agak sulit karena rumusnya adalah yang paling panjang dan juga menggunakan logika, caranya kita harus menentukan terlebih dahulu apa saja yang ingin  dibuatkan logikanya. Kemudian isi logical test, value is true, da kemudian value is false.

 

Operator Matematika yang Sering Digunakan (Rumus Dasar)

Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Excel ini, karena setiap tabel dan dokumen yang Kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. MS Excel memang sangat diunggulkan dalam menampung data-data yang bersifat numerik. Maka dari itu, di dalam MS Excel pun terdapat Operator dasar Matematika dan ini biasanya disebut sebagai rumus standar. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam Rumus Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

No

Operator

Fungsi

Contoh Penggunaan

1

+ (ikon plus)

Penjumlahan

=A1+A2

2

- (ikon minus)

Pengurangan

=A3-A4

3

* (ikon bintang)

Perkalian

=A5*A6

4

/ (ikon garis miring)

Pembagian

=A7/A8

5

^ (ikon caret)

Pangkat

=A9^2 (angka berapapun yang berada di cell A9 akan dipangkat 2

6

% (ikon persen)

Prosentase

=A1*10% (gunakan sesuai dengan kebutuhan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Daftar Pustaka Saduran :

Senin, 22 Maret 2021

Aplikasi yang mendukung Microsoft excel pada HP

Di era sekarang , Smarthpone bukan lagi peralatan personal yang cuman dipakai untuk kebutuhan komunikasi dan berselancar, tapi juga sudah jadi alat bantu untuk mendukung produktivitas
sehingga bermunculan 

Sehingga kemudian bermunculan apikasi yang secara khusus dirancang untuk kegiatan itu, Salah satu office android yang memuat beberapa tools, antara lain Word, excel Powerpoint bahkan pdf dalam satu atap

Berikut adalah beberapa aplikasi office untuk Android terbaik yang bisa anda pakai sebagai pendukung pekerjaan

1. WPS Office
     WPS office mendukung sebagian besar jenis file dokumen , seperti word , excel , pdf, power point dan juga Note . aplikasi ini cukup lengkap untuk kita gunakan . untuk aplikasi anda bisa download di playstore 

2. Officesuite 

Aplikasi office terlengakp berikutnya adalah Officesuite , aplikasi buatan mobi systems yang juga menawarkan dukungan sama lengkapnya dengan wps office bedanya, OfficeSuite juga punya fitur chart dan juga terintegrasi dengan file manager miliknya yang makin memudahkan pekerjaan kita.

3. Polaris Office 

Selanjutnya , Anda bisa juga mencoba aplikasi polaris office yang memiliki dukungan hampir sama baiknya dengan dua aplikasi office diatas . dukungan polaris office mencakup hampir semua jenis dokumen terbaru yang dibuat dari microsoft office.

Polaris office juga mendukung akses kolaborasi antar beberapa pengguna , kemudahan otomatis backup ke cloud dan dukungan editing dari dan ke PDF


Itu dia beberapa aplikasi yang mendukung microsoft excel  pada HP android anda


Selamat memilih!











Minggu, 21 Maret 2021

Membuat tabel pada excel pada handphone android anda

Yuk mari kita belajar bersama mengenai dasar dasar  microsfot excel

dalam hal ini saya akan coba menjelaskan fungsi daripada table 

1. Membuat tampilan lebih rapi dan menarik
2. Mempermudah kita dalam menyampaikan  data kepada yang membutuhkan 

tampilan excel
nah tampah panjang kita langsung ke contohnya saja
hal yang pertama kita lakukan ialah membuka aplikasi microsoft excel
Setelah muncul tampilan langkah agar  kita buat table dengan langkah sebagai berikut:

1. Pilih kolom dan baris yang diinginkan  
    misalnya dari kolom A baris 1 sampai kolom B baris 3 
  
                                                   berikut contoh hasil drag /pilih kolom dan baris
A1-B3



2. Pilih / klik tombol jendela pada excel anda  akan muncul tampilan seperti dibawah 

3. Kemudian drag kebawah sampai muncul tulisan batas
4. Pada kolom batas pilih gambar kotak ke 3 dari kiri ke kanan , maka muncul lah tabel 
    


   5. Tinggal kita masukan saja apa yang mau kita input contoh saya akan memasukan kolom A nama dan kolom B adalah nilai
        

6. dengan ini maka jadi deh tabel itu

Agar lebih mudah paham bisa klik video pembuatan tabel excel pada hp android <video 


Mungkin ini sedikit dapat membantu bapak / ibu dan teman teman dalam belajar excel .
kalau ada yang kurang dimengerti bisa koment jangan lupa tombol like dan share nya .

sekian dan terimakasih













 


Minggu, 07 Juli 2019

SILAKAN FOLLOW IN
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: "ca-pub-3380056975479639",
          enable_page_level_ads: true
     });
</script>

Minggu, 10 Juli 2011

MEMBUAT JEJARING SOSIAL FREE(BEBAS BAYAR)

Situs jejaring sosial yang sudah lama meramaikan negri kita, berawal meledaknya situs jejaring facebook sampai twitter dan lain sebagainya, sampai disitus kita sendiri dibuat menjadi semi jejaring.
Contoh yang sering saya buat disitus CMS Joomla saya buat sosial atau jejaring yang lebih akrab kita sebut, senang juga ya kalo kita bisa membuat jejaring sosial kaya facebook dengan mudah.
Pekerjaan yang sangat tidak mungkin saya lakukan seperti Mark Zuckerberg, hal pertama yang harus saya lakukan untuk bisa hafal script seperti para gegedug, ya harus belajar giat dan jangan mudah menyerah.

Ada situs yang memudahkan kita untuk membuat situs jejaring sosial free “gratis”, dan mudah. Namun situs ini masih versi Beta, buat teman yang mau experiment bisa langsung kunjungi situs ini www.wall.fm ikuti caranya karena mudah jadi saya tidak usah jelaskan lebih mendetail.
Jadi hasinya nanti domain yang kita inginkan adalah subdomain, sedangkan supaya lebih memperpendek bisa dengan dot co dot cc dengan mengandalkan script imfame, nanti script ini kita manfaatkan hosting free saja dulu selanjutnya terserah teman teman bagaimana enaknya.
Seperti ini scriptnya:




< html > < head > < title > Apa nama jejarinya disini


< frameset rows = “*” framespacing = “0″ border = “0″ frameborder = “NO” > < frame src = “http://contoh.wall.fm/” name = “” scrolling = “auto” noresize >
<br /> &amp;lt;body&amp;gt;<br /> &amp;lt;/body &amp;gt;
Copy kode diatas dan masukan pada Nopad lalu save menggunakan index.html atau juga bisa pergunakan index.php lalu upload pada hosting kita.

Kamis, 30 Juni 2011

SILAKAN FOLLOW INI

Cara Mengetik Simbol-simbol Seperti ► ™ ♥ ♦ ♣ ♠◄ di Komputer
Pada dasarnya dalam mengetik komputer membaca karakter ASCII yang kita inputkan lalu di interpretasi kan ke layar komputer sebagai sebuah karakter. namun ada beberapa karakter yang mungkin belum banyak diketahui berikut adalah daftar table ASCII :

cara penggunaannya adalah sebagai berikut:
sebagai contoh kita akan membuat karakter ™

Tahan Tombol ALT yang ada di keyboard
Menekan nomor kode 0153 pada bagian numlock di keyboard
Lepaskan Tombol ALT

demikian selanjutnya untuk karakter2 yang lain bisa dilihat pada gambar diatas

Note:
untuk pengguna laptop, cara pakainya

aktifkan dahulu tombol numlock nya dengan menekan tombol Fn + NumLk
biasanya yang tersedia (at least di laptop saya) J=1,K=2,L=3,U=4,I=5,P=6,7=7,8=8,9=9,M=0
jika ingin mengambalian cukup tekan Fn + NumLk

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/07/cara-mengetik-simbol-simbol-seperti.html

Kamis, 02 Juni 2011

SILAKAN FOLLOW INI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl mengaku gerah dengan putusan sepihak Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) Kemenpora yang mengangkat Rahmad Darmawan sebagai pelatih timnas U-23 dan menggeser posisi Riedl.

Riedl mengaku terkejut lantaran putusan tersebut tak sesuai kontrak kerjanya dengan BTN (Badan Tim Nasional), dan juga tak pernah dibicarakan sebelumnya. Meski mengaku betah bekerja di Indonesia, namun Riedl bakal berpikir ulang setelah diperlakukan seperti itu.

Hal lain yang membuatnya mulai tidak nyaman berada di Indonesia, adalah soal kisruh PSSI yang tak kunjung menemui titik terang. Apalagi bayang-bayang sanksi FIFA terus menerus menjadi teror bagi timnas dan masyarakat sepakbola tanah air. Riedl pun mulai bersiap diri menghadapi kemungkinan terburuk itu.

"Mengenai masa depan, saya belum tahu. Saya memang masih punya kontrak, tetapi saya juga memikirkan masa depan saya. Secara prinsip saya suka bekerja di sini. Tetapi sepakbola Indonesia akan diputuskan setelah 30 Juni nanti. Jadi setelah itu, mungkin saya akan mempertimbangkan lagi hal tersebut," ujar Riedl.

Kegamangan pelatih asal Austria tersebut makin menguat seiring banyaknya tawaran melatih klub dan timnas dari negara lain yang datang kepadanya. Meski saat ini Riedl mengaku masih menikmati karier kepelatihannya bersama timnas Indonesia, bukan tidak mungkin Riedl bakal hengkang setelah kongres PSSI 30 Juni mendatang.

"Selama ini tawaran kontrak memang selalu datang, tetapi hingga saat ini saya selalu menjawab masih punya kontrak dengan Timnas Indonesia hingga 2012. Dan selama itu saya tidak akan membuka diskusi. Tapi sekali lagi, saya juga memikirkan masa depan saya," ujar Riedl. (*)

Jumat, 27 Mei 2011

titanic

My Heart Will Go On lyrics
Songwriters: Horner, James; Jennings, Will;

Every night in my dreams
I see you, I feel you
That is how I know you go on

Far across the distance
And spaces between us
You have come to show you go on

Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you're here in my heart
And my heart will go on and on

Love can touch us one time
And last for a lifetime
And never let go till we're gone

[ From: http://www.elyrics.net/read/c/celine-dion-lyrics/my-heart-will-go-on-lyrics.html ]
Love was when I loved you
One true time I hold to
In my life we'll always go on

Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you're here in my heart
And my heart will go on and on

You're here, there's nothing I fear
And I know that my heart will go on
We'll stay forever this way
You are safe in my heart
And my heart will go on and on

TITANIC

SILAKAN FOLLOW IN

Senin, 09 Mei 2011

Rumusan Regresi Linier

Regresi Linear
Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas, variabel independen atau variabel penjelas. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen.

Secara umum regresi linear terdiri dari dua, yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat; dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial, terutama penelitian ekonomi. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).

Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Persamaan umumnya adalah:
Y = a + b X.

Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius.
Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. Pada jendela yang ada, klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS.

Interpretasi Output
1. Koefisien determinasi
Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya.
2. Nilai t hitung dan signifikansi
Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0,05 untuk penelitian sosial, dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0,10.
3. Persamaan regresi
Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1,2 + 0,55 X. Berarti interpretasinya:
1. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah, maka profitabilitas meningkat sebesar 0,55 juta rupiah.
2. Jika biaya promosi bernilai nol, maka profitabilitas akan bernilai 1,2 juta rupiah.
Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1,2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5, maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan.
Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0,21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan kinerja. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0,21 (21%).
Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Persamaan umumnya adalah:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .... + bn Xn.
Dengan Y adalah variabel bebas, dan X adalah variabel-variabel bebas, a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas.
Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama, sebagai ilustrasi, pengaruh antara motivasi (X1), kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut:
Y = 0,235 + 0,21 X1 + 0,32 X2 + 0,12 X3
1. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat
2. Jika variabel kompensasi meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.
3. Jika variabel kepemimpinan meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.
Interpretasi terhadap konstanta (0,235) juga harus dilakukan secara hati-hati. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi, kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol, sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.

Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi secara parsial tidak. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Akan tetapi secara parsial, pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Contoh lain: air panas, kopi dan gula menimbulkan kenikmatan, tetapi secara parsial, kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan.
Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan).
Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi; 2) Uji F dan 3 ) uji t. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan.
Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
1. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung?Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak, karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t.
2. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah?Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian, tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya, maka sebaiknya digunakan uji satu arah, tetapi jika hipotesis belum menentukan arah, maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Jika menggunakan signifikansi, maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu, baru dibandingkan dengan 5%.
3. Apa bedanya korelasi dengan regresi?
Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. Korelasi bisa berlaku bolak-balik, sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. Untuk regresi tidak bisa dibalik, artinya A berpengaruh terhadap B, tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu, tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive, yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling).
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Jadi analisis regresi yang tidak berdasarkan OLS tidak memerlukan persyaratan asumsi klasik, misalnya regresi logistik atau regresi ordinal. Demikian juga tidak semua uji asumsi klasik harus dilakukan pada analisis regresi linear, misalnya uji multikolinearitas tidak dapat dipergunakan pada analisis regresi linear sederhana dan uji autokorelasi tidak perlu diterapkan pada data cross sectional.

Uji asumsi klasik juga tidak perlu dilakukan untuk analisis regresi linear yang bertujuan untuk menghitung nilai pada variabel tertentu. Misalnya nilai return saham yang dihitung dengan market model, atau market adjusted model. Perhitungan nilai return yang diharapkan dilakukan dengan persamaan regresi, tetapi tidak perlu diuji asumsi klasik.

Setidaknya ada lima uji asumsi klasik, yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, uji autokorelasi dan uji linearitas. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang urutan uji mana dulu yang harus dipenuhi. Analisis dapat dilakukan tergantung pada data yang ada. Sebagai contoh, dilakukan analisis terhadap semua uji asumsi klasik, lalu dilihat mana yang tidak memenuhi persyaratan. Kemudian dilakukan perbaikan pada uji tersebut, dan setelah memenuhi persyaratan, dilakukan pengujian pada uji yang lain.

1. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Sering terjadi kesalahan yang jamak yaitu bahwa uji normalitas dilakukan pada masing-masing variabel. Hal ini tidak dilarang tetapi model regresi memerlukan normalitas pada nilai residualnya bukan pada masing-masing variabel penelitian.

Pengertian normal secara sederhana dapat dianalogikan dengan sebuah kelas. Dalam kelas siswa yang bodoh sekali dan pandai sekali jumlahnya hanya sedikit dan sebagian besar berada pada kategori sedang atau rata-rata. Jika kelas tersebut bodoh semua maka tidak normal, atau sekolah luar biasa. Dan sebaliknya jika suatu kelas banyak yang pandai maka kelas tersebut tidak normal atau merupakan kelas unggulan. Pengamatan data yang normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ekstrim tinggi yang sedikit dan kebanyakan mengumpul di tengah. Demikian juga nilai rata-rata, modus dan median relatif dekat.

Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji histogram, uji normal P Plot, uji Chi Square, Skewness dan Kurtosis atau uji Kolmogorov Smirnov. Tidak ada metode yang paling baik atau paling tepat. Tipsnya adalah bahwa pengujian dengan metode grafik sering menimbulkan perbedaan persepsi di antara beberapa pengamat, sehingga penggunaan uji normalitas dengan uji statistik bebas dari keragu-raguan, meskipun tidak ada jaminan bahwa pengujian dengan uji statistik lebih baik dari pada pengujian dengan metode grafik.

Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai kritis (misalnya signifikansi Kolmogorov Smirnov sebesar 0,049) maka dapat dicoba dengan metode lain yang mungkin memberikan justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai normal, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu: melakukan transformasi data, melakukan trimming data outliers atau menambah data observasi. Transformasi dapat dilakukan ke dalam bentuk Logaritma natural, akar kuadrat, inverse, atau bentuk yang lain tergantung dari bentuk kurva normalnya, apakah condong ke kiri, ke kanan, mengumpul di tengah atau menyebar ke samping kanan dan kiri.

2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu. Sebagai ilustrasi, adalah model regresi dengan variabel bebasnya motivasi, kepemimpinan dan kepuasan kerja dengan variabel terikatnya adalah kinerja. Logika sederhananya adalah bahwa model tersebut untuk mencari pengaruh antara motivasi, kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja. Jadi tidak boleh ada korelasi yang tinggi antara motivasi dengan kepemimpinan, motivasi dengan kepuasan kerja atau antara kepemimpinan dengan kepuasan kerja.

Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan multikolinearitas adalah dengan variance inflation factor (VIF), korelasi pearson antara variabel-variabel bebas, atau dengan melihat eigenvalues dan condition index (CI).

Beberapa alternatif cara untuk mengatasi masalah multikolinearitas adalah sebagai berikut:
1. Mengganti atau mengeluarkan variabel yang mempunyai korelasi yang tinggi.
2. Menambah jumlah observasi.
3. Mentransformasikan data ke dalam bentuk lain, misalnya logaritma natural, akar kuadrat atau bentuk first difference delta.
4. Dalam tingkat lanjut dapat digunakan metode regresi bayessian yang masih jarang sekali digunakan.

3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas.

Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Uji statistik yang dapat digunakan adalah uji Glejser, uji Park atau uji White.

Beberapa alternatif solusi jika model menyalahi asumsi heteroskedastisitas adalah dengan mentransformasikan ke dalam bentuk logaritma, yang hanya dapat dilakukan jika semua data bernilai positif. Atau dapat juga dilakukan dengan membagi semua variabel dengan variabel yang mengalami gangguan heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1). Secara sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, jadi tidak boleh ada korelasi antara observasi dengan data observasi sebelumnya. Sebagai contoh adalah pengaruh antara tingkat inflasi bulanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar. Data tingkat inflasi pada bulan tertentu, katakanlah bulan Februari, akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi bulan Januari. Berarti terdapat gangguan autokorelasi pada model tersebut. Contoh lain, pengeluaran rutin dalam suatu rumah tangga. Ketika pada bulan Januari suatu keluarga mengeluarkan belanja bulanan yang relatif tinggi, maka tanpa ada pengaruh dari apapun, pengeluaran pada bulan Februari akan rendah.

Uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu) dan tidak perlu dilakukan pada data cross section seperti pada kuesioner di mana pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan. Model regresi pada penelitian di Bursa Efek Indonesia di mana periodenya lebih dari satu tahun biasanya memerlukan uji autokorelasi.

Beberapa uji statistik yang sering dipergunakan adalah uji Durbin-Watson, uji dengan Run Test dan jika data observasi di atas 100 data sebaiknya menggunakan uji Lagrange Multiplier. Beberapa cara untuk menanggulangi masalah autokorelasi adalah dengan mentransformasikan data atau bisa juga dengan mengubah model regresi ke dalam bentuk persamaan beda umum (generalized difference equation). Selain itu juga dapat dilakukan dengan memasukkan variabel lag dari variabel terikatnya menjadi salah satu variabel bebas, sehingga data observasi menjadi berkurang 1.

5. Uji Linearitas
Uji linearitas dipergunakan untuk melihat apakah model yang dibangun mempunyai hubungan linear atau tidak. Uji ini jarang digunakan pada berbagai penelitian, karena biasanya model dibentuk berdasarkan telaah teoretis bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikatnya adalah linear. Hubungan antar variabel yang secara teori bukan merupakan hubungan linear sebenarnya sudah tidak dapat dianalisis dengan regresi linear, misalnya masalah elastisitas.

Jika ada hubungan antara dua variabel yang belum diketahui apakah linear atau tidak, uji linearitas tidak dapat digunakan untuk memberikan adjustment bahwa hubungan tersebut bersifat linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengkonfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Uji linearitas dapat menggunakan uji Durbin-Watson, Ramsey Test atau uji Lagrange Multiplier.










Regresi Linear dengan Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Sebagai contoh: seorang suami menyayangi istrinya. Dengan hadirnya seorang anak, maka rasa sayang tersebut bertambah. Berarti variabel anak merupakan moderating antara rasa saya suami terhadap istri. Contoh lain: kompensasi memperkuat pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja. Artinya kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja, dan adanya kompensasi yang tinggi maka pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja menjadi lebih meningkat. Dalam hal ini, kompensasi bisa saja berpengaruh terhadap kinerja bisa saja tidak.
Metode analisis regresi linear dengan variabel moderating:

1. Multiple Regression Analysis (MRA)
Metode ini dilakukan dengan menambahkan variabel perkalian antara variabel bebas dengan variabel moderatingnya, sehingga persamaan umumnya adalah sebagai berikut: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X1 X2 dengan Y adalah kinerja, X1 adalah kepuasan kerja, X2 kompensasi dan X1 X2 adalah perkalian antara kepuasan kerja dengan kompensasi. Hipotesis moderating diterima jika variabel X1 X2 mempunyai pengaruh signifikan terhadap Y, tidak tergantung apakah X1 dan X2 mempunyai pengaruh terhadap Y atau tidak. Model ini biasanya menyalahi asumsi multikolinearitas atau adanya korelasi yang tinggi antara variabel bebas dalam model regresi, sehingga menyalahi asumsi klasik. Hampir tidak ada model MRA yang terbebas dari masalah multikolinearitas, sehingga sebenarnya model ini tidak disarankan untuk dipergunakan.

2. Absolut residual
Model ini mirip dengan MRA, tetapi variabel moderating didekati dengan selisih mutlak (absolut residual) antara variabel bebas dengan variabel moderatingnya. Penerimaan hipotesis juga sama, dan model ini masih riskan terhadap gangguan multikolinearitas meskipun risiko itu lebih kecil dari pada dengan metode MRA.

3. Residual
Model ini menggunakan konsep lack of fit yaitu hipotesis moderating diterima terjadi jika terdapat ketidakcocokan dari deviasi hubungan linear antara variabel independen. Langkahnya adalah dengan meregresikan antara kepuasan kerja terhadap kompensasi dan dihitung nilai residualnya. Pada program SPSS dengan klik Save pada regreesion, lalu klik pada usntandardized residual. Nilai residual kemudian diambil nilai absolutnya lalu diregresikan antara kinerja terhadap absolut residual. Hipotesis moderating diterima jika nilai t hitung adalah negatif dan signifikan. Model ini terbebas dari gangguan multikolinearitas karena hanya menggunakan satu variabel bebas.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul:

1. Ada model regresi moderating dengan MRA tetapi output memenuhi uji multikolinearitas?
Hampir tidak ada model moderating dengan MRA yang terbebas dari gangguan multikolinearitas. Banyak output pada skripsi yang dimanipulasi agar tampaknya memenuhi asumsi multikolinearitas padahal sebenarnya tidak. Hal ini banyak terjadi di mana (maaf) dosen tidak terlalu menguasai statistik secara baik. Penulis sendiri belum pernah melihat tabulasi data yang memenuhi model moderating dengan metode MRA.
2. Bagaimana model regresi moderating dengan dua buah variabel bebas?
Model dengan MRA menjadi Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X1 X2 + b5 X1 X3 + b6 X2 X3 + bb X1 X2 X3 di mana X3 adalah variabel moderating (he he...jadi panjang banget kan). Hipotesis diterima jika X1 X2 X3 signifikan, tetapi hampir pasti model ini menyalahi asumsi multikolinearitas. Sebaiknya digunakan model residual dengan lack of fit.
3. Bagaimana merancang model regresi dengan moderating pada penelitian?
Model moderating ditentukan dengan tinjauan teoretis, sehingga analisis dengan moderating hanya mengkonfirmasi saja teori tersebut apakah cocok dengan model empiris. Tidak boleh menggunakan alat statistik moderating untuk mengidentifikasikan bahwa variabel itu merupakan variabel moderating.
Regresi Linear dengan Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel antara atau variabel mediating. Model regresi dengan variabel intervening merupakan hubungan bertingkat sehingga jika dengan analisis regresi harus menggunakan analisis jalur (path analysis) atau disarankan menggunakan metode structural equation modelling (SEM). Metode SEM akan dibahas belakangan dengan menggunakan Program AMOS atau LISREL
Regresi dengan variabel intervening dipergunakan untuk melihat pengaruh tidak langsung antara satu variabel terhadap variabel yang lain. Sebagai contoh: Gaya Evaluasi Atasan (GEA) mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Manajerial (KM) melalui Tekanan Kerja (TK). GEA mempunyai pengaruh langsung terhadap KM tetapi juga bisa mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap KM melalui TK. GEA diinterpretasikan mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap KM melalui TK jika pengaruh GEA terhadap TK signifikan dan pengaruh TK terhadap KM juga signifikan. Dalam suatu kasus bisa saja variabel mempunyai pengaruh langsung terhadap suatu variabel dan pengaruh tidak langsung terhadap variabel tersebut melalui variabel yang lain.


Sumber lain ;